Senin, 11 Februari 2008

Tahukah anda


Tahukah anda bahwa :
1. Nata de coco merupakan hasil fermentasi air kelapa. Ini OK dan aman. Namun ternyata para pembuat nata de coco mempercepat produksi dengan menambahkan pupuk ZA yang sebenarnya tidak layak untuk food production. Perusahaan besar seperti Sari Coco, dsb. yang dijual dipasar grosir, mengumpulkan produk dari pembuat nata de coco rumah tangga dan lalu mengemasnya menjadi menarik.
2. Siswa-siswa sebuah SMU swasta melakukan penelitian untuk mengukur kadar Vit. C dalam berbagai buah dan juga produk jadi berlabel "Vitamin C". Tes dilakukan dengan endophenol yang dari biru akan berubah putih jika ditetesi Vit. C alias asam karboksilat. Penemuan menunjukkan bahwa jeruk impor lebih banyak Vit. C dibandingkan jeruk lokal. Beberapa produk komersial seperti minuman kotak, botol dsb ternyata memakai "sari rasa jeruk" dan hampir tidak ada Vit. C samasekali. Produk bubuk "N....sari" yang sangat terkenal, sedikit lebih canggih. Mereka menambahkan asam karboksilat yang diduga menaikkan jumlah Vit sebagai kataalis. C. Artinya memang akhirnya ada vit. C tapi bukan asli Vit. C. Jadi Vit. C aspal.
3. Es mambo. Ini industri rumah tangga, bisa dari teh manis atau kacang hijau santan pandan gula jawa atau bahkan sirup. Banyak yang tidak memakai gula samasekali namun sebuah produk sweetener kimia yang banyak dijual. Saya lupa namanya, nama kasarnya biang gula.
4. Terasi berwarna merah karena diberi pewarna Rhodamin B yang seharusnya untuk tekstil. Rhodamin termasuk karsinogenik yang kuat dan hebatnya murah meriah. Tampaknya bukan ini saja, banyak pembuat limun, sirup, permen, sosis, dan bahkan kemungkinan masakan kerang di warteg, juga merah meng! andung zat ini.
5. Hampir semua produk mie kering mengandung formal dehyde atawa formalin. Ini juga sering dipakai pada pembuatan tahu, bakso, sosis dsb. Poin 4 dan 5 saya ambil dari artikel KOMPAS.
6. Hampir semua pedagang goreng-gorengan ( tempe , tahu, bakwan, pisang, dsb) menggunakan minyak bekas dengan kadar cholesterol berlipat ganda. Kupikir paling aman beli di pagi hari karena mungkin mereka baru menggorengnya. Ternyata ada yang menyimpan kembali minyakkemaren sore dan menggunakannya di pagi hari. Sami mawon. Atau anda harus cari langganan dan meyakinkan benar bahwa setiap pagi selalu minyak baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar